Musim Semi (Haru) - Ia terdiam di depan monitor komputernya menunggu kekasih nya Online, Yuuto. Tak ada yang mengirim chatt saat itu. Ia berjalan meninggalkan komputernya ke arah dapur untuk mengambil soft drink nya di kulkas dan kembali dengan jalan yang lambat dan pelan karena ia tahu, tak akan ada yang mau mengajak Chatting dengannya.
Kali ini ia berjalan menuju beranda kamar nya untuk menatap pemandangan langit yang indah.
Haruka, gadis berambut panjang coklat, berkulit putih, berhidung mancung, dan bermata bulat itu memandang ke cakrawala yang di hiasi oleh ribuan bintang dan satu bulan. Ia tersenyum dan membayangkan apa yang ada di benaknya kali ini. Pesta kecil bersama sang kekasih dan kerabat di bawah pohon sakura yang bermekaran atau disebut Hanami, ia membayangkan betapa asyik nya saat saat itu.
"Triiing..." Bunyi tanda ada yang mengirim Chatting.
"Triiing..." Bunyi tanda ada yang mengirim Chatting.
Haruka segera berlari melihat kiriman tersebut.
Ternyata kiriman tersebut bukan dari Yuuto, melainkan dari seseorang teman facebook nya, Isao. Seseorang yang sangat rajin memberikan like dan commentar ketika Haruka memposting gambar tentang keindahan jepang, maupun status-statusnya.
Isao Watanabe
Konbanwa^^
Haruka Uchiyama
Haruka Uchiyama
Konbanwa mo :)
Isao Watanabe
Bagaimana event di Akihabara nanti, apakah kau akan kesana?
Haruka Uchiyama
Mungkin, aku tak tahu pasti
Isao Watanabe
Mengapa?
Haruka Uchiyama
Aku akan melaksanakan ujian susulan di sekolahku pada waktu yang bersamaan. Jadi, ada kemungkinan aku tak hadir di event itu.
Isao Watanabe
Kau sekolah dimana?
Haruka Uchiyama
SMA Yamate. kau?
Isao Watanabe
Sama seperti mu.
Haruka Uchiyama
Nani? Tetapi, aku tak pernah melihatmu.
Isao Watanabe
Kau kelas berapa?
Haruka Uchiyama
11 IPA
Isao Watanabe
Oh begitu.
Haruka Uchiyama
Kau kelas apa? Jurusan apa?
Isao Watanabe
Kelas 12 IPA
Haruka Uchiyama
Nani? Kau kakak kelasku?
Isao Watanabe
Ya sepertinya begitu
Haruka Uchiyama
Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... Gomenasaaaaaaiii aku tidak tahu :(
Isao Watanabe
Hai, daijoubu.
Haruka pun langsung mematikan obrolan.
"Ya Tuhan. Hampir saja aku mati." Gumam Haruka.
*** bersambung ^^
No comments:
Post a Comment