Wednesday, December 11, 2013

Bagian 2: Bad Day

   Keesokan harinya, pagi yang sangat cerah. Cahaya matahari menembus menerangi kamar Haruka, embun-embun pagi yang bening tertidur diatas dedaunan. Terlihat sepasang kupu-kupu yang sedang menari di luar jendela.
   "Hoaaammm... Ima nanji desu ka?" Haruka menguap di atas kasurnya. Lalu ia melihat kearah jam digital di atas meja sebelah kasurnya.
   "E !!! Nani?? Jam 8?? Kyaaa... aku telaaaaaaatttt..." Teriaknya sambil beranjak dari ranjangnya. Ia berlari untuk bersiap-siap ke sekolah nya.
   Tanpa sarapan, ia segera berlari ke sekolah meninggalkan rumah nya.
   "Itekimasu..." Teria Haruka Terburu-buru. Ia berlari kencang ke arah sekolahnya. Saat ini yang ada di benaknya adalah gerbang terbuka, dan tidak mendapat hukuman karena ia telat.
 
   Akhirnya ia sampai di sekolahannya. Ia seharusnya tak perlu khawatir, karena gerbang tak di tutup.
   Ia memasuki ke dalam sekolah, dan disana Haruka bertemu dengan Ayano Sensei. Guru paling, super killer, dan menyeramkan.
   Ayano Sensei telah berdiri di hadapan Haruka sekarang. Matanya terlihat tajam seperti mata elang. Raut wajahnya terlihat sangat menyeramkan. Kaki Haruka gemetaran, dan hati Haruka gelisah.
   "Oh My God! Tolong singkirkan makhluk menyeramkan ini dihadapanku." Teriak Haruka dalam hati.
   "Bicara apa kau barusan?" Sentak Ayano Sensei memelototkan matanya.
   Haruka menggeleng ketakutan.
   "Okay! kali ini saya memaafkan kamu, dan mengapa kau telat?" Kali ini Ayano Sensei berbicara dengan tenang. Ya... walaupun sebenarnya tetap menyeramkan.
   "Sensei! Sumimasen! Saya..." Belum sempat Haruka menyelesaikan kalimatnya, Ayano Sensei telah memotongnya.
   "Pemalas!" Celetuk Ayano Sensei. Haruka semakin menunduk.
   "Kau tahu hukumannya jika telat?" Ayano Sensei mendekati wajah Haruka. "Tak ada jam pelajaran! Selesaikan hukumanmu! Kau mengerti?" Ucap Ayano Sensei dengan lembut nan tajam.
   Haruka mengangguk. Ia segera menjalani hukuman yang diberikan oleh Ayano Sensei. Haruka mengepel seluruh koridor di sekolahnya. Tiba-tiba...
   "Dugg..." Ia menabrak seseorang yang ada di belakangnya.
   "Aww! Dapatkah kau tak berada di belakang ku?" Dengan otomatis Haruka mengatakannya. Haruka tidak tahu siapa dia yang ia tabrak.
   "Hey! Kau kah itu?" Ujarnya.
   Haruka menatap laki-laki itu dengan tatapan bodohnya.
   "Tunggu! Kau Haa.. Haruun.. tidaak! Kau Haruka ... Aaa! Haruka Uchiyama!" Ujar laki-laki itu sambil memetik jarinya dan menunjuk Haruka.
   "Tunggu sebentar! mengapa kau tahu namaku?" Pikir Haruka bingung.
   "Aku Isao Watanabe." Menjulurkan tangannya.
   Haruka kaget setelah mendengarnya. Badannya kaku tak bisa bergerak.
   "Ada apa denganmu?" Katanya.
   Haruka terdiam tampak memperlihatkan ekspresi konyol nya, ia hampir menyerupai ekspresi seekor jerapah yang ada di iklan softdrink yang tidak jelas itu.
   "Heey!" Teriak Isao mengejutkan Haruka.
   "E! Maaf sepertinya aku harus kesana." Ujar Haruka sambil berlari ke Toilet.

Bersambung~~ ^^

No comments:

Post a Comment