Saturday, December 13, 2014

Tuesday, December 9, 2014

Akankah Kembali menyapa

(Annisa Putri Septiani)



Sebuah perasaan berdesir
Ombak yang menabrak keras
Hingga karang pun tiada
Tidak hilang
Hanya sebuah karang terbawa arus
Seolah tertelan bumi
Dan tertancap pedang
Menyakitkan memang
Berada di dasar samudra
Kini
Tak dapat kembali merasakan
Senja yang memeluk
Kini tak lagi
Senja yang menatap
Kini telah tiada
Hanya harapan kini
Sebuah pertemuan kembali
Agar pesan yang tak tersampaikan
Dapat didengarnya
Dapatkah semua kembali menyapa
Saat ini
Hanya dalam kegelapan aku berada
Aku dan dasar Samudra

Monday, December 8, 2014

I'm not a Terrorist!

Matahari pagi menyambut
Awan yang menyimpan banyak cerita
Burung-burung menyapa
Udara yang selalu berusaha untuk berbicara

Dengan kain yang menutupi kepala
Yang setia menjaga
Hijab
Semua orang tahu itu

Ribuan pasang menatapku
Tajam dan bergitu menusuk
Kadang terdengar sebuah perbincangan
Melewatiku lalu menusuk

Apa?
Ada apa?
Kenapa?
Apa yang terjadi?

Tatapan-tatapan yang mengarah ke atas
Bukan langit yang mereka lihat
Tatapan itu pun tidak untuk burung-burung
Lantas?

Ya, kepalaku
Kepala yang ditutupi oleh kain ini
Hijab
Mereka tahu itu

Sebuah perbincangan api
Api yang loncat dan mengenai bola mata
Sebuah mata pedang yang menusuk hati
Menancap dengan abadi

Mawar putih yang menatap tajam
Gagak yang selalu berbincang
Dan aku
Objek semua itu

"Dia teroris!"
Bahasa asing yang dapat ku tangkap
"Dia aneh!"
Mereka terus-menerus seperti itu

Teroris?
Siapa?
Hati-hati?
Untuk apa?

Maksud semua ini apa?
Apakah karena hijab ini?
Ada apa dengan hijab ini?
Apa aku salah?

Ribuan pertanyaan menghampiri
Tak ada yang bisa menjawab
Pertanyaan yang seperti angin
Tak ada yang ingin menjawabnya

Perbincangan-perbincangan kembali terdengar
Kali ini sangat jelas
Melewat di depan gendang telinga
Memberi sebuah yang dapat dipahami

"Dia hijab. Dia teroris"
Seekor burung gagak teriak keras
Semuanya menjadi lebih tajam
Tajam dan lebih tajam

Apa yang baru dia bicarakan?
Aku?
Teroris?
Apa maksud dengan ini?

Apa mereka mengerti?
Tidak
Apa mereka tahu?
Ya

Lantas mengapa?
Tak adakah yang menutupnya?
Semua menjawab nya
Dan bisa kulihat

Penjelasan?
Ya, tentu saja aku harus melakukannya
Harus
Dan Harus

Akan ku mulai

Hai dunia!
Apakah kalian mengetahui
Hanya karena menggunakan hijab
Tidak berarti aku seorang teroris



(Annisa Putri Septiani)

Sunday, December 7, 2014

Someday

(annisa putri septiani)


terpancar sebuah cahaya
seakan membuat buta
sayap yang membentang
matahari senja itu tampak nyata


kulihat dan tersenyum
ribuan yang ingin ku ungkap
jutaan yang ingin ku perlihatkan
hanya saja tak dapat


malaikat yang tersenyum
kutulis dalam helai suci
tak ada keberanian
hanya saja menjadi kecil


hanya dapat menyimpannya
dan menjaganya
terkadang menjadi sebuah pisau
menusuk dan menyakitkan


terkadang tusukan ini terjadi
menyakitkan lebih dari ujung pedang
terkadang menjadi sebuah taman
dipenuhi kupu-kupu


apa yang harus kulakukan?
gelap dan gelap saat itu
sebuah lorong gelap tak berujung
menakutkan


ya, hanya saja rasa takut
takut dan takut
satu kata yang membunuh
dapat kurasakan


lihatlah
lihatlah
agar tak perlu bersusah payah
dan terpaksa menyatakannya


hanya sebuah kerikil
tersembunyi di balik bebatuan lainnya
berharap senja menyapanya
dan memeluknya


ooh, ini hanya sebuah mimpi
tanah dan langit tak dapat bersatu
"tidak!" ku dapat mengetahuinya
ini bukan sebuah mimpi


suatuhari nanti
malaikat surga akan menciumnya
dimana helai-helai suci
menempel di sayapnya