Matahari pagi menyambut
Awan yang menyimpan banyak cerita
Burung-burung menyapa
Udara yang selalu berusaha untuk berbicara
Dengan kain yang menutupi kepala
Yang setia menjaga
Hijab
Semua orang tahu itu
Ribuan pasang menatapku
Tajam dan bergitu menusuk
Kadang terdengar sebuah perbincangan
Melewatiku lalu menusuk
Apa?
Ada apa?
Kenapa?
Apa yang terjadi?
Tatapan-tatapan yang mengarah ke atas
Bukan langit yang mereka lihat
Tatapan itu pun tidak untuk burung-burung
Lantas?
Ya, kepalaku
Kepala yang ditutupi oleh kain ini
Hijab
Mereka tahu itu
Sebuah perbincangan api
Api yang loncat dan mengenai bola mata
Sebuah mata pedang yang menusuk hati
Menancap dengan abadi
Mawar putih yang menatap tajam
Gagak yang selalu berbincang
Dan aku
Objek semua itu
"Dia teroris!"
Bahasa asing yang dapat ku tangkap
"Dia aneh!"
Mereka terus-menerus seperti itu
Teroris?
Siapa?
Hati-hati?
Untuk apa?
Maksud semua ini apa?
Apakah karena hijab ini?
Ada apa dengan hijab ini?
Apa aku salah?
Ribuan pertanyaan menghampiri
Tak ada yang bisa menjawab
Pertanyaan yang seperti angin
Tak ada yang ingin menjawabnya
Perbincangan-perbincangan kembali terdengar
Kali ini sangat jelas
Melewat di depan gendang telinga
Memberi sebuah yang dapat dipahami
"Dia hijab. Dia teroris"
Seekor burung gagak teriak keras
Semuanya menjadi lebih tajam
Tajam dan lebih tajam
Apa yang baru dia bicarakan?
Aku?
Teroris?
Apa maksud dengan ini?
Apa mereka mengerti?
Tidak
Apa mereka tahu?
Ya
Lantas mengapa?
Tak adakah yang menutupnya?
Semua menjawab nya
Dan bisa kulihat
Penjelasan?
Ya, tentu saja aku harus melakukannya
Harus
Dan Harus
Akan ku mulai
Hai dunia!
Apakah kalian mengetahui
Hanya karena menggunakan hijab
Tidak berarti aku seorang teroris
(Annisa Putri Septiani)