Sunday, December 7, 2014

Someday

(annisa putri septiani)


terpancar sebuah cahaya
seakan membuat buta
sayap yang membentang
matahari senja itu tampak nyata


kulihat dan tersenyum
ribuan yang ingin ku ungkap
jutaan yang ingin ku perlihatkan
hanya saja tak dapat


malaikat yang tersenyum
kutulis dalam helai suci
tak ada keberanian
hanya saja menjadi kecil


hanya dapat menyimpannya
dan menjaganya
terkadang menjadi sebuah pisau
menusuk dan menyakitkan


terkadang tusukan ini terjadi
menyakitkan lebih dari ujung pedang
terkadang menjadi sebuah taman
dipenuhi kupu-kupu


apa yang harus kulakukan?
gelap dan gelap saat itu
sebuah lorong gelap tak berujung
menakutkan


ya, hanya saja rasa takut
takut dan takut
satu kata yang membunuh
dapat kurasakan


lihatlah
lihatlah
agar tak perlu bersusah payah
dan terpaksa menyatakannya


hanya sebuah kerikil
tersembunyi di balik bebatuan lainnya
berharap senja menyapanya
dan memeluknya


ooh, ini hanya sebuah mimpi
tanah dan langit tak dapat bersatu
"tidak!" ku dapat mengetahuinya
ini bukan sebuah mimpi


suatuhari nanti
malaikat surga akan menciumnya
dimana helai-helai suci
menempel di sayapnya

No comments:

Post a Comment